Sungai Cisadane

Komentar Dimatikan

Sungai Cisadane adalah salah satu tujuan wisata alam yang berada di Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Sungai yang mempunyai panjang sekitar 80 km dan bersumber dari Gunung Salak dan Gunung Pangrango ini, merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya, seperti untuk keperluan irigasi, kebutuhan industri, dan sumber air minum. Selain sebagai sumber kehidupan, sungai ini juga berfungsi sebagai tempat wisata alam dan olah raga arung jeram. Sungai Cisadane memiliki beberapa anak sungai, yaitu Cisodong, Cibogo, Citempuan, Cianten, Cisidangbarang, dan Cipanas, yang semuanya bermuara di laut Jawa.

Keistimewaan

 

 

 

 

 

Sungai Cisadane terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Di sepanjang tepian sungai ini terdapat aneka tumbuhan yang menghijau, bebatuan yang unik, taman untuk bersantai, bendungan peninggalan Belanda, dan perumahan penduduk yang berjajar rapi.

Untuk menyusuri keindahan pemandangan alam di sungai ini, pengunjung dapat melakukannya sambil berolah raga arung jeram. Olah raga arung jeram di Sungai Cisadane dibagi menjadi dua paket, yaitu paket amatir (untuk keluarga) dan paket adventur (untuk kelas profesional). Untuk paket amatir, start dimulai dari jembatan Ciampea dan berakhir di Kampung Pasir, dengan Jarak tempuh sekitar 7 km dan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Sedangkan untuk paket adventure, start dimulai dari DAM Balandongan dan berakhir di Galian Pasir Gunung Gadung, Desa Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, dengan jarak tempuh sekitar 12 km dan membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam.

Keistimewaan lainnya, pengunjung juga dapat melihat Festival Cisadane yang diselenggarakan setiap tahun sekali, yaitu pada bulan Juni. Dalam festival ini, pengunjung dapat melihat aneka hiburan dan perlombaan, seperti lomba kole-kole, lomba perahu naga, pentas hiburan dangdut, pertunjukan wayang kulit, dan lain-lain. Di sungai ini juga terdapat tradisi tahunan lainnya, yaitu mandi keramas massal yang dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Untuk menuju lokasi wisata Sungai Cisadane, perjalanan dapat dimulai dari Stasiun Bogor dan Terminal Merdeka. Jika pengunjung dari Stasiun Bogor, dapat menyewa mobil atau naik taksi dengan tarif kurang lebih Rp 30.000—Rp 35.000 (Juli 2008) dan turun di Ciampea. Sedangkan, jika dari Terminal Merdeka, pengunjung naik angkutan kota jurusan Bantarkambing—Ciampea.

 

Untuk memasuki kawasan wisata Sungai Cisadane, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, bagi pengunjung yang ingin mencoba berolah raga arung jeram, terdapat tarif per perahu. Setiap perahu dilengkapi dengan peralatan pendukung, seperti rompi, helm, tali, dan lain-lain. Jumlah penumpang tiap perahu dibatasi maksimal 6 orang, yang terdiri dari 1 orang guide dan 5 orang penumpang.


Obyek wisata alam dan arung jeram Sungai Cisadane, terdapat beberapa fasilitas, seperti penginapan, rumah makan, parkir luas, tempat persewaan peralatan arung jeram, waterway, dan lain-lain. Bagi wisatawan yang berarung jeram akan mendapatkan fasilitas tambahan, seperti makan, snack tiga kali, kelapa muda, jagung bakar, api unggun, asuransi, dan sertifikat. Bagi wisatawan yang ingin fasilitas umum yang lebih lengkap, seperti tempat hiburan, café, restoran, hotel, ATM, Mal, dan Lain-lain, dapat berkunjung ke Kota Tangerang.

PESONA ALAM RANCAMAYA

Komentar Dimatikan

Di lokasi Wisata olah raga ini bukan hanya keindahannya saja, tetapi tentunya juga udara segar dan sehat. Hiruplah oksigen segar alami dari Rancamaya Golf dan bila ingin beristirahat untuk sekedar melepas lelah, tersedia bebrapa buah Villa serta rumah makan yang menyajikan berbagai hidangan lezat yang cocok untuk udara yang sejuk.

Rancamaya terletak kira-kira 7 km di sebelah tenggara Kota Bogor. Dia memiliki nilai khusus bagi orang Sunda. Rancamaya memiliki mata air yang sangat jernih. Tahun 1960-an di hulu Cirancamaya ini ada sebuah situs makam kuno dengan pelataran berjari-jari 7,5 m tertutup hamparan rumput halus dan dikelilingi rumpun bambu setengah lingkaran. Dekat makam itu terdapat pohon hampelas, patung badak setinggi kira-kira 25 m dan sebuah pohon beringin.

Dewasa ini seluruh situs sudah “dihancurkan” orang. Pelatarannya ditanami ubi kayu, pohon-pohonannya ditebang dan makam kuno itu diberi saung. Di dalamnya sudah bertambah sebuah kuburan baru, lalu makam kunonya diganti dengan bata pelesteran, ditambah bak kecil untuk peziarah dengan dinding yang dihiasi huruf Arab. Makam yang dikenal sebagai makam Embah Punjung ini mungkin sudah dipopulerkan orang sebagai makam wali. Kejadian ini sama seperti kuburan Embah Jepra pendiri Kampung Paledang yang terdapat di Kebun Raya yang “dijual” orang sebagai “makam Raja Galuh”.

Telaga yang ada di Rancamaya, menurut Pantun Bogor, asalnya bernama Rena Wijaya dan kemudian berubah menjadi Rancamaya. Akan tetapi, menurut naskah kuno, penamaannya malah dibalik, setelah menjadi telaga kemudian dinamai Rena Maha Wijaya (terungkap pada prasasti). “Talaga” (Sangsakerta “tadaga”) mengandung arti kolam. Orang Sunda biasanya menyebut telaga untuk kolam bening di pegunungan atau tempat yang sunyi. Kata lain yang sepadan adalah situ (Sangsakerta, setu) yang berarti bendungan.

Berdasarkan keadaan sawah di Rancamaya, dapat diperkirakan bahwa telaga itu dahulu membentang dari hulu Cirancamaya sampai ke kaki bukit Badigul di sebelah utara jalan lama yang mengitarinya dan berseberangan dengan Kampung Bojong. Pada sisi utara lapang bola Rancamaya yang sekarang, tepi telaga itu bersambung dengan kaki bukit.

Bukit Badigul memperoleh namanya dari penduduk karena penampakannya yang unik. Bukit itu hampir “gersang” dengan bentuk parabola sempurna dan tampak seperti “katel” (wajan) terbalik. Bukit-bukit di sekitarnya tampak subur. Badigul hanya ditumbuhi jenis rumput tertentu. Mudah diduga bukit ini dulu “dikerok” sampai mencapai bentuk parabola. Akibat pengerokan itu tanah suburnya habis.

Badigul kemungkinan waktu itu dijadikan “bukit punden” (bukit pemujaan) yaitu bukit tempat berziarah (bahasa Sunda, nyekar atau ngembang = tabur bunga). Kemungkinan yang dimaksud dalam “rajah Waruga Pakuan” dengan Sanghiyang Padungkulan itu adalah Bukit Badigul ini.

Kedekatan telaga dengan bukit punden bukanlah tradisi baru. Pada masa Purnawarman, raja beserta para pembesar Tarumanagara selalu melakukan upacara mandi suci di Gangganadi (Setu Gangga) yang terletak dalam istana Kerajaan Indraprahasta (di Cire irang). Setelah bermandi-mandi suci, raja melakukan ziarah ke punden-punden yang terletak dekat sungai.

Spekulasi lain mengenai pengertian adanya kombinasi Badigul-Rancamaya adalah perpaduan gunung-air yang berarti pula Sunda-Galuh. BTW indahnya bisa beroutbound ria di lingkungan tersebut kan ….

CURUG CILEMBER

Komentar Dimatikan

Wana Wisata Curug Cilember merupakan panorama bukit dgn hamparan pinus merkusi dimana terdpt sumber mata air dan air terjun. Lokasinya tak jauh dari Jakarta; berada disebelah kiri jalan jalur Ciawi – Puncak, tepatnya di Cisarua ± 15 Km dari pintu tol Gadog (Jagorawi). Berada di kawasan hutan lindung Bogor – Puncak – Cianjur (Bopunjur) di ketinggian ± 800 mdpl.

Utk mencapai Curug Cilember dari pinggir jalan raya Ciawi-Puncak, tidak terlihat ada plang jalan yg cukup jelas, jadi harus rajin bertanya ke stan ojek dimulut jalan. Jalan masuknya cukup sempit, melewati perumahan yg cukup rapat, berbelok2. Kalau anda membawa kendaraan yg cukup besar, seolah2 kita hampir menabrak atap rumah orang.

Sepanjang jalan, hati terus bertanya2, apa benar ada air terjun di belakang rumah. Setelah melalui jalan aspal mulus berliku2, sesekali terpaksa mundur maju saat berpapasan dgn kendaraan lawan arah, pada tanjakan terakhir yg cukup tinggi, di sebuah bukit yg masih dijaga Perhutani, dibelakang sekumpulan villa2 dgn halamannya yg luas, terdapatlah sebuah bukit yg berbeda dari sekitarnya. Bukit tsb. terlihat mencolok diantara bukit2 lain yg penuh dgn ladang2 penduduk. Menemukan kehijauan disini, seperti menemukan oase ditengah gurun yg terdiri kampung, vila dan kebun jagung. Sepintas hanya satu punggungan bukit saja yg masih terlihat hijau dgn tanaman pinus berdiameter cukup besar. Bukit itu bernama Hambalang.

Tetapi, setelah memasuki gerbangnya, pemandangan berubah drastis. Sekarang kita memasuki lokasinya yg asri dan tenang. Gemericik air terdengar dari sebuah pancuran bambu yg mengangguk2 krn kosong lalu teris air dan seterusnya. Air jernih mengalir disela2 batuan dan tanam2an yg berasal dari sebuah mata air diatas; sebuah tempat yg kita akan tuju. Jembatan gantung, taman kupu2, taman air, taman anggrek, menambahkan suasana rileks yg biasanya kita dapatkan saat frekwensi kita beresonansi dgn alam; sebuah harmoni yg kita sedang cari.

Plang nama didepan pintu gerbang bertuliskan kerjasama perhutani dgn desa Jogjogan. Mungkin ini adalah salah satu contoh baik, bahwa desa ikut menikmati kehadiran wisatawan dgn ikut mengelola perparkiran, kebersihan, keamanan dan bentuk pengelolaan lain. Mereka juga ikut menanam modal, warung, villa, toilet dan persewaan tenda beserta perlengkapannya.

Tempat ini strategis, lengkap dan cukup asri utk acara reuni keluarga besar, liburan bersama2 anak2, maupun liburan teman2 sekolah. Melakukan kegiatan di alam dan bermalam disini cukup menyenangkan. Tak usah khawatir, disini terdapat beberapa villa mungil yg suasanya menyatu dgn alam, musholla, toilet dan kamar mandi bersih. Jadi kalau kita tidak dpt sepenuhnya meninggalkan cara hidup kota atau kalau kita membawa anggota2 keluarga senior atau balita, rasanya tempat ini cukup memadai jika dibandingkan dgn Taman Safari umpamanya, yg tak jauh dari sana, yg juga menawarkan hal serupa, tetapi lebih komersial.

Wanawisata Curug Cilember adalah tempat yg baik buat anak2 utk mulai berkenalan dgn alam, belajar hidup mandiri, belajar memasak sambil bermain, mengagumi keindahan. Dan yg paling dianggap penting buat sebagian orang kota, adalah lokasinya yg tak lebih satu jam berkendaraan dari Jakarta.

Anda juga tak perlu membawa perlengkapan apa2, krn tenda dan alat2 masak pun bisa disewa. Keamanan yg biasanya selalu dikhawatirkan utk sebuah camping keluarga, tak perlu ada, krn lokasi camping ground dijaga 24 jam oleh hansip dari penduduk kampung sekitar yg memahami arti pentingnya keamanan kenyamanan anda disitu.

Tujuan utama ke Curug Cilember adalah mengunjungi tujuh Curug yg bertingkat2. Umumnya wisatawan keluarga menikmati curug ke tujuh; sebuah curug terdekat, yg hanya beberapa ratus meter dari pintu gerbang. Sedangkan wisatawan minat khusus (petualangan) bisa terus menuju ke enam curug lainnya diatas.

Cilember, Bogor, West Java Cilember, Bogor, West Java Cilember, Bogor, West Java Cilember, Bogor, West Java Cilember, Bogor, West Java Cilember, Bogor, West Java

CURUG NANGKA

Komentar Dimatikan

Curug Nangka lokasinya berjarak + 15 km dari jantung Kota Bogor, berada pada ketinggian + 750 mdpl, dan letaknya ber-dekatan dengan wana wisata bumi perke-mahan Sukamantri. Panorama disekitar curug ini masih sangat alami dan segar. Suara gemericik air menambah sejuknya suasana. Sangat menarik sekali untuk dikunjungi.

Curug Nangka, merupakan salah satu curug andalan Kabupaten Bogor disamping Curug Luhur dan Curug Cilember. Hal ini dapat terlihat dari foto-foto peta wisata yang menampilkannya dan disandingkan dengan kedua curug tersebut pada pintu masuk kelokasi.

Menuju kelokasi Curug Nangka bukanlah hal yang sulit, jalan yang beraspal meskipun kecil namun mulus mengakibatkan kendaraan bergardan rendahpun sah-sah aja dibawa menuju lokasi ini. Sarana angkutan umum juga tersedia

“Angkutannya mudah sekali, mulai dari terminal Sukasari kita sudah bisa mencarter mobil angkutan kota, ” Kata Eko Supriyadi salah seorang pengunjung saat di temui HIMPALAUNAS.COM, di sebuah warung tempat ia menginap. Minggu (6/12) lalu.

Tarif masuknya juga tergolong murah Hanya Rp 7500,- perorang, kalau menginap Rp 12.500,- Rupiah saja.

Soal penginapan tidak usah khawatir, kalau tidak membawa tenda warung-warung di sekitar lokasi juga menyediakan penginapan secara gratis.

Dari papan penunjuk lokasi wisata Curug Nangka terlhat bahwa ada curug lain yang terletak berdekatan dengan curug ini, yang dinamakan Curug Kawung.

Disamping itu, terdapat pula bumi perkemahan yang sering digunakan oleh para pencinta alam menghabiskan malam-malamnya dengan mendirikan tenda-tenda beserta api unggun.

Letak Curug Nangka itu sendiri tidaklah terlalu jauh dari pintu masuk, namun lokasi-nya yang cukup tersembunyi, bisa dimungkinkan terlewatkan saat dikunjungi.

“Waktu pertama kali mengunjungi lokasi ini saya menyangka telah mengunjungi dan melihat Curug Nangka, padahal air terjun yang saya lihat pertama sebenarnya adalah Curug Kawung, ” Tambah Eko.

Karena memang Lokasi Curug Kawung ini terletak dibagian hulu dari Curug Nangka. Perjalanan menuju Curug Kawung cukup melelahkan karena selain licin oleh hujan atau lembab juga jalan setapak yang dilalui memiliki kontur naik-turun.

Meskipun demikian Curug Kawung terletak dilokasi yang cukup terbuka sehingga lebih aman bila sewaktu-waktu terjadi air bah.

Berbeda dengan Curug Kawung, lokasi Curug Nangka bisa dikatakan berada dalam lembah yang curam dan dibatasi tebing-tebing yang tinggi yang tentunya bila sewaktu-waktu terjadi air bah akan sangat berbahaya bagi pengunjung karena bisa dikatakan pengunjung berada di dasar sebuah bejana dengan satu jalan keluar yang diapit oleh tebing tanah yang cukup tinggi.

Walau terletak dibagian hilir dari Curug Kawung, Curug Nangka lebih ekspresif disebut sebagai air terjun. Limpahan airnya sangat deras meskipun di musim kemarau ditambah lagi dengan lokasi-nya yang cukup tersembunyi menambahkan kesan yang lebih alami.

Selain menyajikan objek wisata berupa air terjun, di Curug Nangka banyak sekali berkeliaran kera-kera liar. Kera-kera ini terkadang cukup berani menghampiri pengunjung hanya sekedar untuk meminta/mengambil sisa-sisa makanan.

Berbeda dengan Curug Kawung, lokasi Curug Nangka bisa dikatakan berada dalam lembah yang curam dan dibatasi tebing-tebing yang tinggi yang tentunya bila sewaktu-waktu terjadi air bah akan sangat berbahaya bagi pengunjung karena bisa dikatakan pengunjung berada di dasar sebuah bejana dengan satu jalan keluar yang diapit oleh tebing tanah yang cukup tinggi.


Curug Nangka : Monyet-monyet liar yang berada didekat Curug Kawung

Walau terletak dibagian hilir dari Curug Kawung, Curug Nangka lebih ekspresif disebut sebagai air terjun. Limpahan airnya sangat deras meskipun di musim kemarau ditambah lagi dengan lokasi-nya yang cukup tersembunyi menambahkan kesan yang lebih alami.

Selain menyajikan objek wisata berupa air terjun, di Curug Nangka banyak sekali berkeliaran kera-kera liar. Kera-kera ini terkadang cukup berani menghampiri pengunjung hanya sekedar untuk meminta/mengambil sisa-sisa makanan. Hal ini tentunya memiliki nilai tersendiri sebagai atraksi tambahan. Sayangnya pada kunjungan terakhir ke objek ini, penulis tidak menemukan satu ekor kera-pun yang mau menampakkan diri, mungkinkah disebabkan karena saat itu sepi pengunjung sehingga sedikit makanan ataukah cuaca yang cukup panas menyebabkan kera-kera tersebut lebih memilih untuk bernaung/sembunyi diantara belukar pepohonan.

Tampak banyak sekali pengunjung yang menghabiskan waktu di objek wisata ini, mulai dsari kemping, foto-foto, hingga mandi di air terjun yang memang terasa menyegarkan.

himpalaunas.com – bogor (tempo.com)

KEBUN RAYA BOGOR

Komentar Dimatikan

Sudah pernah ke Kebun Raya Bogor? Jika belum, sebaiknya Anda jadwalkan segera untuk mengunjungi tempat yang bersejarah dan memiliki koleksi tanaman langka tersebut. Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan tempat yang cocok untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan rekreasi sekaligus dalam satu tempat.

Di sana juga terdapat perpustakaan, museum hewan, koleksi taman Anggrek, Istana Presiden dan pusat riset dan pengembangan biologi, serta ribuan koleksi spesies tanaman tropis yang dikelompokan sesuai dengan jenisnya, misalnya keluarga palem, bamboo, atau jahe yang jumlahnya sekitar 60 jenis dan juga pohon-pohon tua.

Bukan cuma tumbuhan besar saja yang ada di KRB, tetapi pepohonan yang kecil dan sedang dengan bunga-bunga indah pun ada. Di sana juga terdapat bunga Arnoldy rafllesia yang kesohor dengan sebutan bunga bangkai, ada juga bunga fragnant frangipani yang akarnya selalu keluar dari tanah serta bunga lily jawa yang sudah langka. Yang tak kalah menarik adalah adanya pohon besar yang sudah tua dijadikan rumah Kelelawar bergelantungan. Kita juga dapat melihat Bajing berloncatan dari satu pohon ke pohon lainnya.

Sementara itu, di sekitar Istana Bogor, pengunjung dapat merasakan keteduhan dari deretan pohon Kenari yang rindang, karena memang tadinya, kebun raya merupakan bagian dari halaman istana. Meski sekarang ke dua tempat tersebut dipisahkan, namun pengunjung masih tetap dapat melihat Istana Bogor.
Di dekat jalan Astrid terdapat pula tanaman warna hitam, merah dan kuning yang sengaja ditanam untuk mengesankan warna bendera Belgia, sebagai penghormatan terhadap Ratu Astrid yang datang untuk meresmikan bagian taman yang tertunda pada tahun 1928.

Kemudian, tak jauh dari danau ada dua patung yang merupakan duplikat dari patung yang ada di Kopenhagen dan Stokholm, yakni Patung Putri Duyung dan Patung Tangan Tuhan, serta monumen Lady Raffles, istri Gubernur Jenderal Sir Stamford Raffles yang bernama asli Olivia Raffles yang dikenal sebagai Ibu Negara Jawa.

Pohon tertua di KRB adalah pohon Leci dari Cina. Ditanam dekat danau KRB pada tahun 1823 dan tetap disana hingga sekarang. Ada juga pohon Raja dari Kalimantan dan disebut seperti itu karena raja di Kalimantan suka mengoleksi tanaman tersebut untuk menarik lebah yang diambil madunya. KRB berjarak lebih kurang 63 km dari Jakarta.

Pengunjung dari Jakarta dapat menggunakan bus menuju Terminal Baranangsiang atau kereta ke Stasiun Bogor. Namun bagi Anda yang mengendarai mobil pribadi dapat melalui jalan Tol Jagorawi menuju Kota Bogor, begitu keluar pintu tol Bogor, melewati terminal baranangsiang, lalu ke arah jalan raya Pajajaran.

PETA WISATA BOGOR

Komentar Dimatikan

TAMAN SAFARI INDONESIA

Komentar Dimatikan

Taman Safari Indonesia (TSI) belokasi di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, merupakan wahana rekreasi yang cukup menarik untuk dikunjungi. Banyak obyek menarik yang terdapat di kawasan yang banyak mengkoleksi beragam jenis binatang ini, di antaranya, safari park, taman burung, animal education show, prmates & reptiles, babby zoo, kincir raksasa, gajah dan kuda tunggang, safari trek, caravan & hotel dan wild-wild west.

Untuk wahana yang disebut terakhir ini, merupakan wahana yang menarik untuk di saksikan. Pertunjukannya dilakukan di dalam arena yang disetting ala koboi, dengan atraksi koboi yang memukau. Pertunjukan ini dapat disaksikan secara gratis setiap hari, selama lebih kurang 15 menit. Selain wahana tersebut, ada lagi wahana menarik lainnya, seperti di baby zoo, di wahana ini Anda bisa berfoto bersama dengan harimau putih, macan tutul, orang utan dan lain-lain.

Baru-baru ini TSI meluncurkan wahana dan program baru, yaitu Elephant Adventure. Program tersebut mengajak para pengunjung dengan menunggang di atas punggung gajah mengelilingi kawasan TSI selama hampir satu jam dengan tarif perorang hanya 50 ribu sekali jalan. Setiap ekor gajah didampingi oleh pawangnya dan bisa ditumpangi empat orang dewasa.

Gajah tersebut akan melewati jalan yang berumput, dan melewati arus air sehingga pengunjung benar-benar bisa menikmati panorama alam yang ada di TSI.

Wild-Wild West


Selama ini Anda mungkin sering melihat atraksi koboi dalam film di televisi. Adegan kejar-kejaran, saling tembak dan adu mulut tersebut tentunya menjadi tontonan menarik dan menjadi hiburan di rumah.

Tapi pernahkah Anda menyaksikan atraksi koboi itu secara langsung? jika ingin melihatnya, Anda tak perlu jauh-jauh ke negeri asalnya di Amerika sana, tapi cukup ke Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Bogor.

Di TSI Anda bisa menyaksikannya pada wahana Wild-Wild West yang ada di bagian belakang TSI. Untuk menyaksikan pertunjukan tersebut, pengelola TSI tidak memungut biaya, alias gratis. Anda cukup membayar tiket tanda masuk di gerbang depan TSI.

Pertunjukan koboi ini digelar setiap hari pada pukul dua siang. Penonton disediakan tempat duduk di tribun dengan setting setengah melingkar. Jadi semua pertunjukan bisa terlihat jelas dari atas tribun. Suara ringkihan kuda, pistol dan dinamit para koboi, seakan berada begitu dekat, karena efek dari sound system yang dipasang.

Ya, begitulah cara TSI menyuguhkan pertunjukan menarik kepada para tamu-nya. Bila Anda tertarik, silahkan datang ke TSI.

Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.